Mata berkaca.
Rasa ini terlalu biasa.
Rindu itu sudah lama.
Masih belum berubah.
Sama.
Alhamdulillah ...
Kesibukan pengubat kecewa.
Benteng untuk layan rindu yang entah apa apa.
Terima kasih pada mereka mereka.
Yang selalu ada.
Rasa kehilangan itu sudah semestinya.
Tapi biarkan saja.
Sepatutnya aku tak perlu manjakan hati dan jiwa.
Tak apa, biarkan saja.
Masih banyak perempuan di dalam almari itu yang belum dijilat.
Sekurang kurangnya dapat hilangkan rasa yang terlalu bangsat.
Jilat sambil berimaginasi ...
Cuma yang celakanya jalan cerita perempuan yang aku jilat itu sama macam yang aku tengah rasa sekarang ini.
Terlalu seksi.
Ah !
Memang setiap orang akan lalui keruntuhan hati.
No comments:
Post a Comment